10/08/2010

terindah darimu kasih…

seribu hal terindah darimu kasih, membuatku mampu bertahan dengan sikapmu..
terus kukatakan berulang kal untukmu, hanya engkau yang kumiliki…

tidakkah cukup dengan semua penderitaanku oleh sikapmu?
Inilah Dunia kita, biarkan mereka berkata, kita tak pernah perduli..
hanya engkau milikku, takkan perna ada yang lain..

seandainya takdir menginginkan kesengsaraanku, berikanlah
aku takkan meninggalkanmu….

senyummu bagai udara tanpa sosok, begitu tenang dan membuatku bertahan hidup..
tanpamu sedetikpun jiwaku tak tentram…

saat malam tiba, kubiarkan jiwaku terbang hanya untuk mencium keningmu dan berkata “selamat malam kasih”

di mimpi mimpikupun ada dirimu yanbg terus menari? tiada henti untukku..
engkau bagai bidadari awan, membuatku bagai seorang pria yang sangat? bahagia..
beruntung kutemukan dirimu yang teramat tulus menyayangiku..

tak perlu kau ragu untukku…
aku teramat mencintaimu….

10/11/2008

Just As I am

Ini aku
yang ada dihadapmu
ini aku
yang ada didepanmu

Pandanglah aku ini
lihatlah diriku ini
seperti yang kau lihat
dan seperti adanya

Aku hanya aku
diriku sebagai diriku
tak seperti yang lain
tak menjadi yang lain

Terima aku ini
seperti yang ada dihadapmu
aku disini
seperti yang kau pandang

Aku menjadi diriku sendiri
berharap kau sayang aku
bukan sayang diriku yang lain
ku ingin kau sayang diriku ini

Inilah aku
pandang cinta didiriku
dan hatiku
bukan yang ada disekitarku

Kuingin cinta tulusmu
seperti nyata dimatamu
ingin ku bilang padamu
cintai aku sebagai diriku

saat kita berdua nanti.

belai aku…
saat teduh mataku meredup di sandaranmu..
sentuhlah keningku dengan ciuman indahmu..

— senja merayu jiwaku, angin menenagkan pikiranku….

namun hanya sentuhanmu yang mampu menidurkanku saat jiwaku kacau..
hanya tatapanmu yang mampu meredakan tangisku…
ah,.. ada apa malam ini?
kenapa begitu cepat berlalu?, sedangkan sejenakpun ku tak ingin melepaskan sandaranku..

wahai engkau kekasih yang selalu di hatiku..
malam telah larut..
jangan berikan salam untukku…
ciumlah keningku…
kita bertemu kembali di pertengahan malam..,.
saat jiwaku dan jiwamu mencari mimpi mimpi kecil kita…
jangan berikan aku air matamu…
akupun teramat mencintaimu…..
sampai nanti kasih…

10/10/2008

kangen

tiba tiba aku kangen kamu

senyummu yang membuatku selalu ingin

mengokang waktu

melesat ke masa yang tak pernah

habis bersamamu

ah, tubuh sialan ini masih menyanderaku

jadi masihkah kau mau menungguku?

10/09/2008

60 menit

60 menit ini
Wednesday, March 12th, 2008

Paling enak ngapain 60 menit ini?

Berkeringat……….kusandarkan badan ini, mata ini kantuk.

Kuhitung lagi jari jemari ini, kugaruk dahi ini.

Perut ini keroncongan akhirnya mulut ini tertawa.

60 menit malam ini.

Tetap seperti ini……..hanya badan ini dan emosi ini sendiri.

Kepengecutan ini………perasaan ini…..sakit hati ini.

Bualan ini dan impian ini.

Maka lihat ini!” wajahmu selama 60 menit”

Maka peluk ini!”bayanganmu selama 60 menit”

Ini sangat-sangat nyata.

Kurengkuh ini semuanya hanya untuk 60 menit ini.

60 menit ini kutawarkan lagi.

Ternyata 60 menit ini……indah, sepi dan lanjutkan hidup.

Rasa ini

Anak hawa yang tercipta untukku kini telah datang
Walau telah sekian lama aku meniti jejak ke suatu pelosok
Tapi firasatku mengatakan inilah dambaanku
Saat ku tatap wajahnya yang elok
Dia menunduk seraya dayang-dayang yang tak boleh menatap raut sang raja
Ingin sekali aku memilikinya karena Allah semata
walau lahir belum mengizinkanku untuknya
Tapi aku yakin pasti Allah memberikan yang terbaik
Aku hanya bisa berharap semoga hatinya menyimpan rasa untukku
karena hatiku telah jatuh untuknya
Sungguh…dia seperti harpa dengan emas putih dan benang-benang kasmaran yang memikat
dan membuatku seperti malaikat yang tak sabar untuk terbang menghampirinya
Saat aku memeluknya
Hati ini bergetar kencang seolah kepasrahannya merenggut jariku untuk memetiknya dengan penuh jiwa dan perasaan
Seperti malaikat yang haus akan dahaga musikal
dan selalu hadir di setiap mimpi indah kaum Adam dan Hawa
Manusia yang menyimpan seribu macam perasaan
kini sulit terusik jika sedang jatuh
Dan tak heran jika setiap saat aku selalu melihatnya
Karena peradabannya tak jauh dariku

Sekeping hati milikmu

Makna lisan mu begitu dalam..

Arti sikapmu begitu luas..

Kata hatimu begitu menghujam..

Tak mampu ku menatap..

Tak mampu ku berucap..

Tak mampu ku besikap..

Hanya hati yang dapat menangkap dan merasakan..

Meski misteri belum juga tersibak..

Ach Sayangku…

Selalu ada dua sikap yang aku tangkap…

Kadang sangat romantis seromantis untaian nyanyian cinta…

Kadang cuek seolah tak ada apa-apa…

Entah makna apa yang tersirat…

Tak mampu sepenuhnya ku ungkap…

Sampai tak berani aku menafsirkanya…

Aku hanya hati yang mengikuti kata hati ku sendiri..

Ku akan mengalir seirama apa kata hatimu..

Bila hatimu masih mengetuknya ku akan ikuti kemanapun dia pergi..

Dan bila itu hanya fatamorgana….aku tetap akan mengiringinya..

"Magical Template" designed by Blogger Buster